Workshop Alam Teater Tuman, Pentaskan "Karma Anak Durhaka"

Workshop Alam Teater Tuman, Pentaskan

PAKIS AJI, FDK Unisnu - Teater Tukul Manfaat (Tuman) menggelar workshop alam dan pementasan di Watu Lawang, Tanjung Jepara selama empat hari, mulai Jum’at-Senin (10-13/12/2021).

Selvi arifatul selaku Ketua panitia mengatakan kegiatan ini merupakan pembekalan sekaligus penerimaan warga baru Teater Tuman.

Workshop alam dilaksanakan dialam terbuka seperti halnya tahun-tahun kemarin. “Dipilihnya lokasi di alam terbuka sebagai konsep belajar kesenian untuk lebih santai dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan bagi calon warga baru” katanya.

Peserta dalam kegiatan ini berjumlah delapan orang. Mereka terdiri dari mahasiswa-mahasiswi berbagai Fakultas di Universitas Islam Nahdlatul Ulama’ (Unisnu) Jepara.

Dia menambahkan, dalam dua hari pertama peserta dibekali berbagai macam materi seni peran dan pementasan. Materi tersebut diantaranya keteateran, olah tubuh, make up, sastra dan manajement produksi.

Selain itu, juga sudah disampaikan materi mengenai penaskahan, keaktoran dan artistik pada Masa Penerimaan Warga Baru (Mapenwaru) pada Sabtu (16/10/2021) di gedung Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara.

Tak hanya itu implementasi nilai-nilai keseduluran juga ditekankan selama kegiatan. Dilihat dari peserta saling kerjasama dalam mendirikan tenda, dan susah senang dilalui bersama selama workshop. Hal itu sesuai dengan tema yang diangkat dalam workshop alam yaitu “Dulur Dadi Siji”.

Lurah Tuman, Afis Nur M, mengungkapkan bahwa tema tersebut diharapkan selain materi yang didapatkan juga rasa keseduluran yang tinggi perlu di terapkan oleh calon warga baru.

Puncak atau output dari workshop tersebut di isi pementasan teater oleh calon warga baru. Fasih selau sutradara mengatakan Naskah berjudul Karma Anak Durhaka ini menceritakan sepasang anak muda yang ingin membuat vlog di rumah angker untuk biaya nikah. “Hal ini tidak di ijinkan namun kedua pasangan tersebut tidak menghiraukan himbauan orangtuanya sehingga pasangan tersebut berujung gila dan kematian” ujarnya.

Turut peran serta sesepuh teater tuman membacakan puisi di depan calon warga teater sebagi apresisasi terlaksananya workshop alam selama empat hari.

“Pementasan tersebut sebagai implementasi dari workshop dan bekal dalam menggali minat dan bakat para peserta untuk menciptakan karya yang layak untuk dinikmati masyarakat” imbuh Afis.


Admin FDK

Komentar