Wartawan Metro TV Latih Mahasiswa Unisnu Jurnalism TV

Wartawan Metro TV Latih Mahasiswa Unisnu Jurnalism TV

MLONGGO - Tim Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) TV Unisnu Jepara mengadakan Workshop Journalism TV yang di Fasilitatori oleh Budi Hutomo selaku Wartawan Metro TV pada Minggu, (22/11) di Wisata Kali Watu Gede Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo.

Workshop ini diikuti oleh mahasiswa KPI semester 1 dan 3 yang dimulai pada jam 08.00 s/d 16.00. Dengan praktik menulis berita meliputi; menulis naskah, pengambilan gambar dan editing (dubbing, peletakan gambar sesuai naskah).

Menurut Wahyu Indah selaku ketua koordinator mengatakan diadakannya workshop ini bertujuan untuk melatih skill dan juga bekal untuk calon Tim KPI TV karena nantinya mereka akan terjun langsung ke lapangan jadi perlunya diberi bekal-bekal khusus untuk kelancaran dalam pelaksanaanya. "Selain itu dengan adanya kegiatan ini Tim KPI TV harapannya bisa semakin solid, bisa dikenal masyarakat dan juga bisa memberikan inovasi-inovasi yang bisa dikenal lebih luas dan bisa membuat berita-berita yang baru dan hot" Pungkas Wahyu.

Dia menambahkan, workshop ini hanya dikuti 12 mahasiswa, dari 30 pendaftar. panitia workshop melakukan seleksi bagi para mahasiswa yang ingin bergabung dengan KPI TV Unisnu. "iya kita seleksi, workshop ini biar fokus, sehingga hasil pelatihan mahasiswa benar-benar bisa menjadi Vedio Jurnalis alias VJ," tandas Wahyu.

Sementara itu, Budi Hutomo selalu narasumber mengatakan bahwa menjadi wartawan televisi harus memiliki kemampuan ganda, dari mulai mampu menggunakan kamera, mampu memahami teknik pengambilan angle, menyusun naskah, mampu menjadi reporter, dan bisa editing video.

"Menjadi wartawan TV harus memiliki kemampuan ganda, kemampuan pengambilan gambar,  cut to cut, kesesuaian gambar, dan edit. dalam video berita diharuskan memakai teknik cut to cut, artinya hampir tidak ada gambar pan dan tiket.  Untuk satu pengambilan gambar (frame) maksimal seorang vide jurnalis maksimal 10 detik, sedangkan durasi ideal adalah 7 detik kecuali wawancara,"  kata Budi.

selain itu, hal lain yang harus diperhatikan gambar dalam video berita haruslah runtut dan bercerita, artinya apa yang dituangkan dalam narasi gambar haruah sesuai," imbuhnya.

Ima selaku salah satu peserta menyatakan bahwa workshop ini sangat bermanfaat karena dapat menyerap ilmu dari sumbernya langsung yaitu Wartawan Metro TV untuk bekal kedepannya dalam Tim KPI TV.

"senang dan dapat ilmu banyak terkait Journalism TV, selain dapat ilmu juga bisa rekreasi di tempat wisata Kali Watu Gede Sekuro yang suasana sangat sejuk," ungkap Ima. (Red/Lafa)


Admin FDK

Komentar