Nusron Wahid : Dari 57 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro di Indonesia, Baru 20% yang Berhasil Nikmati Layanan Akses Keuangan

Nusron Wahid : Dari 57 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro di Indonesia, Baru 20% yang Berhasil Nikmati Layanan Akses Keuangan

Jepara –Pernyataan mengejutkan yang disampaikan oleh Anggota DPR RI Komisi VI Nusron Wahid tersebut diucapkan dihadapan ratusan pengusaha UMKM dalam kegiatan Sosialisasi Program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro yang diselenggarakan oleh Yayasan Relasi Nusantara Satu bekerjasama UNISNU Jepara. Program integrasi BUMN sektor UMI-UMKM tersebut merupakan bukti dukungan dan komitmen nyata antara Pemerintah, DPR RI, bersama dengan BUMN terhadap jutaan pelaku uasaha kecil di Indonesia.

Sosialisasi tersebut dihadiri secara langsung oleh Anggota DPR RI Komisi VI H. Nusron Wahid , Vice President PT. Pegadaian (Persero) Firsta Wuri Agung Baroto, Pimpinan Wilayah BRI Jawa Tengah Yusrif Mulyadi dan Perwakilan PNM Cabang Pati Ade Candra.

Ruang lingkup sosialisasi tersebut adalah memberikan pengetahuan komprehensif kepada pelaku UMKM di Kabupaten Jepara agar dapat memanfaatkan secara maksimal layanan akses keuangan yang meliputi pinjaman individu berbasis fidusia, pinjaman gadai, pinjaman berbasis kelompok, dan pembiayaan berbasis transaksi.

Ketua Yayasan Relasi Nusantara Satu Atho’ Nugroho mengungkapan bahwa Kegiatan sosialisasi dilangsungkan secara luring di Aula Perpustakaan UNISNU Jepara dengan tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (5/6/2021) tersebut diikuti oleh ratusan Pengusaha Ultra Mikro. Walaupun masih dalam masa pandemi namun prokes dan kekhidmatan acara tetap terjaga dengan baik, tambahnya.

"Kegiatan ini kita gelar secara Offline di Aula Perpusataan UNISNU Jepara dengan Protokol Kesehatan yang ketat, Tujuan Sosialisi ini yang menghadirkan tiga holding dengan tujuan membangkitkan UMKM di Jepara agar bangkit di tengah pandemi dan pelaku usaha tidak terjerat serta terbebas dari sistem rentenir yang akan merugikannya," ungkap Atox.

Sementara itu, Rektor Unisnu Jepara yang diwakili Wakil Rektor 3 , Ir. Gun Sudiryanto M.M mengatakan Unisnu Jepara Selalu siap Bersinergi dan bekerjasama dengan semua pihak, utamanya untuk kepentingan masyarakat Jepara. UNISNU secara institusi terbuka lebar bagi kalangan manapun untuk melaukan usaha bersama yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Jepara khususnya dan Indonesia secara umum. Jadikanlah UNISNU sebagai laboratorium pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitasnya sesuai lingkup bidang yang dimiliki, papar Gun Sudiryanto.

“Saya Mewakili Rektor Unisnu Menyampaiakn bahwa Unisnu Jepara siap bekerja sama dengan semua pihak, seperti sekarang ini kami bekerjasama dengan yayasan relasi nusantara mensosialisasikan Sinergi Ekosistem 3 Perusahaan  BUMN untuk para pengusaha Ultra Mikro di Jepara” tandas Gun saat menyampaikan Sambutan.

Di sisi Lain, Anggota  DPR RI Komisi VI Nusron Wahid mengatakan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku usaha kecil, termasuk para pedagang tradisional, Pemerintah didukung DPR RI bersama dengan BUMN sektor ultra mikro (UMi) dan UMKM, akan membentuk suatu ekosistem finansial untuk jutaan pelaku usaha kecil di Indonesia.

Langkah tersebut melalui Sinergi Ekosistem Sektor Ultra Mikro dari tiga perusahaan BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Sinergi ekosistem ini ditargetkan terbentuk pada semester II tahun ini. “Kami mendukung program ini, untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada pelaku usaha kecil termasuk pedagang pasar dan diharapkan meningkatkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pra sejahtera,” Ungkapnya.

Menurut Nusron, dari 57 juta pengusaha ultra mikro di Indonesia, baru 20 persen di antaranya yang mendapatkan layanan dari institusi keuangan formal. Padahal 80 persen segmentasi ekosistem ultra mikro didominasi oleh petani, pedagang tradisional, pemilik toko dan pekerja lepas.

Di satu sisi, pelaku ultra mikro dan UMKM ini merupakan tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional, sehingga harus diselamatkan dari tekanan dampak pandemi Covid-19. Harapannya pelaku usaha ultra mikro dapat bangkit, berkembang serta naik kelas.

“Sinergi ini mengkolaborasikan kekuatan dan mensinergikan keahlian dalam satu rumah besar agar bisa membantu sebanyak-banyaknya pelaku usaha kecil supaya mereka bisa segera bangkit. Karena merekalah tulang punggung dan kunci pemulihan ekonomi nasional.”

Tak hanya itu, sinergi ekosistem ultra mikro yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM juga diyakini dapat menciptakan pilihan produk keuangan yang lebih variatif bagi pelaku usaha mikro.  “Secara jangka panjang, integrasi ini akan menjadi rumah besar pelaku UMI-UMKM Indonesia dimana mereka bisa berlindung, memperoleh bimbingan, berkembang dengan sustainable, dan naik kelas,” tutup Nusron.

Dalam paparan sosialisasi ,  Vice President PT Pegadaian Firsta Wuri Agung Baroto menyampaikn jika PT Pegadaian akan melakukan pendampingan untuk Pelaku Usaha Ultra Mikro.

“Selain Pembiyaan yang kami berikan kepada Pelaku usaha ultra mikro , kami juga akan melakukan pendampingan baik itu Coaching, Digital marketing dan bahkan Product Branding dengan tujuan Usaha Ultra Mikro dapat naik kelas” ungkapnya saat sosialisi.

Sementara dari Pimpinan Wilayah BRI Jawa Tengah Yusril Mulyadi berharap Program Lokal heroes dapat menginspiasi masyarakat sehingga produk Pembiayaan ultra mikro dapat terserap ke pelosok desa di jepara.

“Kami memiliki fitur Inspirasi Lokal “Local Heroes” yang  harapannya dapat menjadi mitra BRI Sebagai Penggerak masyarakat dalam mendukung inklusi keuangan ke seluruh pelosok desa di jepara, di tambah dengan kemudahan akses pembiayaan dari BRI membuat pelaku usaha mudah mengaksesnya” papar Yusril.

Sedangkan pemateri dari Perwakilan PNM Cabang Pati Ade Candra mengunkapkan jika Perempuan Jepara memiliki potensi yang besar dalam dunia usaha dan bisa terus berkembang.

“nasahab PNM Meekar di jepara lebihd ari 70 ribu orang yang sudah tersebar di seluruh kecamtan, ini bukti jika perempuan di jepara sangat produktif dan berpotensi untuk terus berkembang” papar ade.

“Pemerintah melalui PNM akan terus melakukan pendampingan usaha untuk para nasabah dagar mampu naik kelas” tutupnya.


Admin FDK

Komentar