Mengenal Lebih Dekat Dekan Fakultas Dakwah dan Komuniasi, Abdul Wahab Saleem (Awas)

Mengenal Lebih Dekat Dekan Fakultas Dakwah dan Komuniasi, Abdul Wahab Saleem (Awas)

Perkuat Corner, Tambah Prodi dan Buka Regular II

Abdul Wahab Saleem, Kyai sekaligus Dekan baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi periode 2021-2025 yang berasal dari Jinggotan, Kembang Jepara. Sosok yang memiliki prinsip dan visi misi hidup yang luar biasa dan inspiratif.

AGAMIS, kharismatik dan berani, sosok yang pantas disematkan kepada Abdul Wahab Saleem, seorang ulama’ sekaligus Dekan baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi Unisnu Jepara. Sebagai seorang ulama’ yang cukup masyhur di Jepara, tentu tidak ada yang tidak mengenal namanya. Memiliki nama panggung yang unik, yakni Kyai Awas atau Ustadz Awas menjadikannya mudah diingat oleh masyarakat Jepara.

Pria yang kini berusia 38 tahun, atau tepatnya lahir pada 6 April 1983 di desaTengguli ini memang terkenal pintar sejak kecil. Menamatkan pendidikan dasar di SDN 03 Tengguli pada tahun 1996, lalu melanjutkan pendidikan menengahnya di MtsN Tengguli. Setelah menamatkan sekolah menengahnya pada tahun 1998, lantas beliau memilih Madarasah Aliyah (MA) Hasyim Asyari sebagai tempat menimba ilmu selanjutnya dan lulus pada tahun 2001.

Tamat dari sekolah menengah atas tidak menghentikan beliau dalam menuntut ilmu, beliau yang selalu haus akan ilmu ini melanjutkan studinya di Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang kala itu masih bernama Inisnu, dan mendapatkan gelar Sarjana Sosial Islam pada tahun 2006. Mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan S2 melalui beasiswa Kemenag PPKU di Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) Wonosobo tidak disia-siakannya, dan lulus pada tahun 2011. Dan saat ini beliau masih menempa ilmu di S3 Univeritas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Setelah mengenyam perguruan tinggi, beliau kembali lagi ke Universitas Islam Nahdlatul Ulama’ Jepara bukan sebagai mahasiswa lagi melainkan sebagai dosen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Setelah beberapa tahun menjadi dosen, beliau diangkat menjadi Ketua Program Studi (Kaprodi) di Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam.

Pengabdiannya di Fakultas Dakwah dan Komunikasi terus berlanjut. Ditahun 2021 ini, beliau diberi amanah untuk menunggangi jabatan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Terpilihnya beliau menjadi dekan baru seakan-akan memberi angin segar di fakultas. Banyak rencana-rencana atau program yang beliau harapkan dapat meningkatkan Rating  fakultas. Progresifitas akan beliau upayakan untuk fakultas agar menjadi fakultas yang besar dan tenar karena memang itu salah satu tanggung jawab bersama.

“Saya kan baru satu bulan menjabat Dekan, ya tentu harapannya kita bisa berjalan bersama, baik Fakultas, dosen maupun mahasiswa dapat bersinergi untuk kebaikan fakultas kita”, Ujarnya.

Beliau juga mengatakan akan ada terobosan-terobosan baru untuk fakultas kedepannya, terutama keinginan beliau membuka program studi baru. Beliau mencanangkan akan ada pembukaan program studi baru dalam beberapa tahun serta pembukaan Reguler 2 (R2) untuk para karyawan dan pekerja yang ingin melanjutkan pendidikannya, terutama di Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Selain pembukaan Program Studi baru dan membuka Reguler 2 (R2), beliau juga memperhatikan kualitas mahasiswanya. Beliau menginginkan Corner-corner yang ada di fakultas terus berjalan dan dapat menunjang minat dan bakat mahasiswa.

“Kita kan punya empat Corner kan, Jurnalistik, Public Speaking, Perfilman dan Broadcasting, nah itu kalau bisa kita hidupkan lagi. Karena Corner itu kan kita bentuk memang untuk mewadahi teman-teman mahasiswa untuk berkarya dan berkreasi.”, tambah beliau.

Harapan-harapan dan program-program yang dicanangkan beliau untuk kemajuan fakultas sangat banyak, beliau selalu berdo’a agar Fakultas Dakwah dan Komunikasi kelak bisa menjadi fakultas besar dan maju, serta stigma jelek tentang fakultas yang kecil, terbelakang dan dipandang sebelah mata bisa hilang. (Hifzillah Fahmi, Ismi Rahmawati, Fokus Daily, Jepara)


Admin FDK

Komentar