Teater Tuman Sabet Juara II Festival Monolog Mahasiswa se-Jateng

Teater Tuman Sabet Juara II Festival Monolog Mahasiswa se-Jateng

JEPARA-Festival Drama Pelajar SMA/SMK/Sederajat Tingkat Nasional dan Monolog Mahasiswa se-Jawa Tengah dalam Rangka Dies Natalies ke 37 Universitas PGRI Semarang yang digelar pada Gedung Pusat Lantai 7 disambut hangat dengan penampilan Gemakustik, dan Tari Cendika Burai, Jumat (27/04). Acara ini berlangsung selama enam hari berturut-turut, mulai tanggal 23-28 April 2018 yang diakhiri dengan Malam Puncak Penganugrahan di Balairung Universitas PGRI Semarang, kemarin, 30 April 2018. Salah satu peserta yang mengikuti dari Teater TUMAN dengan judul naskah Mayat Terhormat yang disutradarai oleh Kustam Ekajalu dan diaktori oleh Alamsyah Noor Ahmad. “Awalnya, dari panitia menyediakan sepuluh naskah yang kemudian peserta dapat memilih salah satunya. Hingga lebih tepatnya peserta memilih naskah Mayat Terhormat dan berhasil menjadikan Teater TUMAN sebagai peraih dua dalam Lomba Festival Monolog UPGRIS kali ini.” ujar Pimpinan Produksi, Dzawatul Fahmi. “Saya benar-benar bangga dan senang sekali. Saya sebagai Pimpro, sangat berterima kasih kepada Sutradara dan semua crew yang terlibat dalam proses Lomba Festival Monolog ini.” Imbuhnya. Naskah Mayat Terhormat menceritakan, Siwi sebagai tokoh utama sedang bermain dengan sebuah piring seng yang ada di dalam jeruji. Ia menganggap bahwa piring seng tersebut adalah satu-satunya teman yang bisa diajak bicara. Hingga pembicaraan itu ngelantur dan seolah-olah piring seng tersebut adalah salah satu bagian dari aparat yang tunduk terhadap penguasanya. Kemudian ia membandingkan penjara itu dengan kuburan sebagai tempat yang sama dan berujung pada kematian. Bahwa kebanyakan mayat yang berada di pemakamannya adalah mayat-mayat yang meninggal dengan cara tidak sepantasnya. Kebanyakan akibat dibunuh dengan cara yang kejam. Hal ini menyinggung untuk para penguasa tentang letak bentuk keadilan untuk rakyatnya. Alamsyah Noor Ahmad mengungkapkan, “Semua berawal karena kesungguhan dalam berproses yang baik itu seperti apa. Dan benar kata pepatah, bahwa proses tidak akan menghianati hasil. Saya berterima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dan mendukung saya sebagai aktor.” (LPM FOKUS)  

Admin Unisnu

Komentar