BEM FDK UNISNU Gelar Seminar dan Workshop Perfilman


Dengan mengusung tema “ Membudidayakan Media Perfilman dengan Melek Media dan Media Melek Sosial “, Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ) fakultas Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UNISNU Jepara menggelar kegiatan untuk berpartisipasi mengenalkan dunia perfilman di ranah kampus. Salah satu wujud kegiatan yang dilakukan adalah penyelenggaraan seminar dan workshop.

Seminaryang berlangsung pada hari Sabtu ( 21/02) di Auditorium lantai 3 kampus UNISNU Jepara ini menghadirkan narasumber diantaranya Nur Huda Tauchid pemerhati film indie dan kritikus film indie , Bagus Lutfi Sujiwo team creative TV sekaligus Creative Writing di Institute kesenian Jakarta.

Selain diikuti oleh mahasiswa UNISNU pada seminar ini juga dihadiri banyak siswa dari berbagai sekolah di tingkat Jepara. Ketua penyelenggara kegiatan Ahmad Najib mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk memotivasi dan memberikan edukasi bagi seluruh pelajar dalam membuat film pendek, film indie ( independent) .

“ Harapannya semoga anak Dakwah dan Komunikasi Penyiaran Islam yang tergabung dalam komunitas garda cinema dapat menggelarevent yang lebih besar serta dapat memproduksi film yang jauh lebih baik ke depannya,” ujarnya pada saat ditemui usai acara.

Lebih lanjut Ketua BEM FDK Eko Baharudin dalam sambutannya mengungkapkan bahwa ketika produksi film, unsur yang harus diperhatikan adalah bagaimana sebuah film tersebut mengandung nilai pendidikan, sosial keagamaan, budaya dan ekonomi .

Acara seminar ini juga akan dilanjutkan dengan workshop yang diadakan di rumah Joglo Bangsri pada Sabtu – Senin ( 21-23/02) pagi. Lia santriwati Ponpes Hasyim Asyari Bangsri sebagai peserta yang mengikuti workshop mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh panitia penyelenggara worksop perfilman.

 ” Acara ini sangat menarik sekali, selain memotivasi juga kita dapat banyak ilmu tentang dunia perfilman, kita dapat mempraktekkan langsung bagaimana membuat film pendek ; seperti cara mengambil gambar dari berbagai sudut, gambar yang layak ditonton, waktu pengambilan gambar yang tepat, casting pemain yang sesuai dan bagaimana produksi sebuah film,” tutur siswa MA Hasyim Asyari yang bergabung dalam teater sekolah. (Afl)


Admin Unisnu

Komentar